Dikalahkan Wolverhampton, Sarri Sebut Mental Chelsea BurukDikalahkan Wolverhampton, Sarri Sebut Mental Chelsea Buruk
Dikalahkan Wolverhampton, Sarri Sebut Mental Chelsea Buruk

Dikalahkan Wolverhampton, Sarri Sebut Mental Chelsea Buruk

Posted on

Dikalahkan Wolverhampton, Sarri Sebut Mental Chelsea Buruk- Pelatih anyar The Blues Chelea, Maurizio Sarri mengaku cukup kecewa dengan kekalahan yang diterima timnya atas Wolverhampton dengan skor tipis 2-1. Menurutnya mental Chelsea cukup buruk dibabak kedua, terutama diatas menit 55.

Chelsea sebenarnya tampil dominan di babak pertama dan berhasil mencetak gol melalui Ruben Loftus-Cheek. Saat turun minum, Chelsea unggul satu gol.

Agen Judi Online Terpercaya

Namun, permainan Chelsea menurun di babak kedua. Wolves merespons dan mencetak dua gol dalam rentang waktu empat menit saja. Respons pemain Chelsea begitu lambat. Kondisi inilah yang dikhawatirkan pelatih Chelsea, Maurizio Sarri.

Menurut Sarri, Chelsea sebenarnya mengontrol pertandingan sepenuhnya. Namun, begitu Wolves mencetak gol pertama, skuat Chelsea tiba-tiba berubah jadi tim yang berbeda. Permainan Chelsea memburuk dan tak bisa bangkit lagi.

“Kami bermain baik selama 55 menit. Setelah gol pertama, itu adalah kecelakaan karena kami begitu mengontrol pertandingan, kami tiba-tiba jadi tim lain, tanpa jarak posisi yang tepat dan tanpa sepak bola kami. Saya tak tahu kenapa,” ungkap Sarri di laman chelseafc.

“Saya sangat cemas, bukan dengan hasil ini, tetapi karena fakta bahwa kami tidak mampu beraksi atas gol pertama lawan. Kami sama sekali tidak bereaksi. Saya cemas soal ini.”

Pada pertandingan tersebut, Sarri memang membuat lima perubahan pada starting XI Chelsea yang biasanya bermain. Lagi-lagi, dia senang dengan penampilan 55 menit pertama, setelah itu semua pemain tampil buruk.

“Jika anda bertanya pada saya soal 55 menit, saya akan berkata ya, saya sangat senang [dengan rotasi]. Lalu kami kehilangan semuanya: sepak bola kami, hasil, semuanya, karena satu kecelakaan, gol. Itu bisa terjadi.”

“Saya pikir ini bukan karena perubahan, ini karena mentalitas tim. Kami bisa kalah di pertandingan, tetapi tidak tanpa reaksi,” pungkasnya.