Ini Tugas Berat Thierry Henry Sebagai Pelatih AS Monaco
Ini Tugas Berat Thierry Henry Sebagai Pelatih AS Monaco

Ini Tugas Berat Thierry Henry Sebagai Pelatih AS Monaco

Posted on

Ini Tugas Berat Thierry Henry Sebagai Pelatih AS Monaco- Legenda Arsenal, Thierry Henry telah resmi menjadi pelatih baru AS Monaco. Henry didaulat sebagai pengganti Leonardo Jardim yang dianggap gagal di musim ini.

AS Monaco menjalani awal musim 2018/19 dengan buruk. Dari sembilang laga di Ligue 1, Monaco hanya sekali meraih kemenangan. Monaco pun kini berada di zona degradasi, posisi ke-18, dengan capaian enam poin.

Agen Judi Online Terpercaya

Kondisi buruk itu membuat Leonardo Jardim kehilangan posisinya sebagai pelatih. Henry kemudian ditunjuk sebagai pengganti. Bagi Henry, ini adalah pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala di klub.

Tugas Henry bersama Monaco tentu saja tidak akan mudah. Namun, pelatih yang berusia 41 tahun tersebut sama sekali tidak gentar. Henry sudah menyiapkan rencana yang akan dia lakukan bersama Monaco.

Salah satu titik lemah AS Monaco pada musim ini adalah lini belakang. Radamel Falcao dan kawan-kawan sudah kebobolan 13 gol dari sembilan laga di Ligue 1. Tugas pertama Henry adalah membenahi lini belakang agar tak kebobolan lebih banyak.

“Pertama-tama, kami harus menyudahi kebobolan, setelah itu kami akan menemukan keseimbangan. Saya tidak akan membahas lebih rinci caranya. Tapi, kami harus bermain dengan cara yang lebih cerdas,” buka Henry dikutip dari Four Four Two.

“Lalu, kami harus lebih banyak bekerja dengan bola dan kita harus lebih unggul dari lawan. Kita akan lebih seimbang jika menguasai bola. Kita juga harus lebih fleksibel,” sambung pria asal Prancis.

Monaco saat ini berada di zona degradasi, tapi Henry juga yakin bisa membawa Monaco berada di posisi yang bagus pada akhir musim. Bahkan, legenda Arsenal ini masih yakin Monaco bisa berada di tiga besar pada klasemen akhir musim.

“Selama masih ada poin yang cukup, posisi tiga besar mingkin saja. Ini adalah sebuah pekerjaan yang panjang dan sulit. Tapi, kami akan melihat apa yang mungkin bisa kami kerjakan,” tutup Henry.